Akan tetap ku biarkan kosong, karena aku percaya bahwa setiap hidup manusia punya jatah dan porsi masing-masing yang Tuhan beri.
Kamis, 21 November 2019
Minggu, 08 September 2019
i see the sun, its really darkness:)
Bandung, indah ya.
Langitnya cerah, tapi cahayanya tak sampai hatiku.
Kamu disana diam-diam saja, kamu tak peduli dengan apa yang
telah kita jalani?
Ah shittt, kalau mau jadi munafik kenapa ga dari dulu.
Saya bingung menentukan sikap apa yang harus saya beri ke
kamu.
Pun dengan skenario yang kamu buat, keren juga.
Niat refresh jadi stress kan!
Karawang, 4 April 2019
Senin, 02 September 2019
Pemeran Pengganti
Kita bertemu dalam mimpi saat malam sibuk melewatkan detik demi detik sepi hanya untuk menunggu datangnya pagi.
Kita yang sudah terlanjur saling jujur tentang kisah bagaimana kita pernah hancur, tentang rasa sakit yang coba kita kubur, tentang mimpi dan harapan yang kembali kita atur. Tentang perasaan yang perlahan tumbuh subur.
Aku lupa kapan tepatnya menyadari rasa itu ada mungkin saat kau memperlakukanku dengan istimewa atau ketika kau membagikan perasaanmu yang terluka. Meski aku sangat tahu diri, bahwa diriku hanyalah pemeran pengganti.
Beruntung sekali kau,
Bisa datang padanya ketika rindu dan datang padaku ketika butuh sesuatu, menemani saat kau bosan misalnya. Ah, sebenarnya aku ini kau anggap apa?
Aku suka caraku mencintaimu dalam diam, karena dalam keheningan aku tidak akan mendapatkan penolakan. Tidak apa-apa saat ini peranku dalam hidupmu hanya sebagai tokoh figuran. Siapa tahu besok menjadi pemeran utama sungguhan. Keajaiban tidak ada yang tahu kan?
Disatu sisi aku bahagia dan disisi lainnya aku terluka. Apakah harus kuakhiri saja? Pergi menghilang seolah kisah tentang kita tidak pernah ada. Tapi, apakah aku bisa?
Berhenti peduli itu mudah, yang sulit adalah
hatiku, karena berhenti peduli berarti aku bersiap untuk patah. Melupakanmu itu tidak sulit, yang sulit adalah hatiku, karena melupakanmu berarti aku mengizinkan hatiku menjadi sakit.
Walaupun ini hanya mimpi dan ketika terbangun nanti aku tidak akan mengingat semua yang terjadi. Tetap saja sebuah kisah seharusnya berakhir dengan indah.
Aku ingin mengabadikan tentangmu dalam sebuah tulisan pada cahaya rembulan, yang mungkin suatu saat nanti bisa kau baca saat hatimu merasa kesepian dan sendirian.
Kita yang sudah terlanjur saling jujur tentang kisah bagaimana kita pernah hancur, tentang rasa sakit yang coba kita kubur, tentang mimpi dan harapan yang kembali kita atur. Tentang perasaan yang perlahan tumbuh subur.
Aku lupa kapan tepatnya menyadari rasa itu ada mungkin saat kau memperlakukanku dengan istimewa atau ketika kau membagikan perasaanmu yang terluka. Meski aku sangat tahu diri, bahwa diriku hanyalah pemeran pengganti.
Beruntung sekali kau,
Bisa datang padanya ketika rindu dan datang padaku ketika butuh sesuatu, menemani saat kau bosan misalnya. Ah, sebenarnya aku ini kau anggap apa?
Aku suka caraku mencintaimu dalam diam, karena dalam keheningan aku tidak akan mendapatkan penolakan. Tidak apa-apa saat ini peranku dalam hidupmu hanya sebagai tokoh figuran. Siapa tahu besok menjadi pemeran utama sungguhan. Keajaiban tidak ada yang tahu kan?
Disatu sisi aku bahagia dan disisi lainnya aku terluka. Apakah harus kuakhiri saja? Pergi menghilang seolah kisah tentang kita tidak pernah ada. Tapi, apakah aku bisa?
Berhenti peduli itu mudah, yang sulit adalah
hatiku, karena berhenti peduli berarti aku bersiap untuk patah. Melupakanmu itu tidak sulit, yang sulit adalah hatiku, karena melupakanmu berarti aku mengizinkan hatiku menjadi sakit.
Walaupun ini hanya mimpi dan ketika terbangun nanti aku tidak akan mengingat semua yang terjadi. Tetap saja sebuah kisah seharusnya berakhir dengan indah.
Aku ingin mengabadikan tentangmu dalam sebuah tulisan pada cahaya rembulan, yang mungkin suatu saat nanti bisa kau baca saat hatimu merasa kesepian dan sendirian.
Langganan:
Postingan (Atom)
